Wujudkan Interior Nuasa Retro Pada Cafe dengan Intip Beberapa Gayanya Berikut!

Siapa yang tidak kenal dengan desain retro bergaya artsy? Kebanyakan orang menyebutnya sebagai gaya jadul karena trend ini pernah marak pada era 1920-an sampai 1960-an. Kini, gaya dan desain tersebut kembali digandrungi oleh masyarakat kebanyakan baik untuk rumah atau bahkan cafe. Nah, jika Anda ingin mewujudkan nuansa retro pada cafe, berikut beberapa gayanya yang bisa Anda tiru!

Desain Retro Seventies

 

Desain Retro Seventies

Sesuai namanya, desain atau gaya retro yang satu ini merupakan gaya estetis nuansa jadul terbaru. Bisa dibilang gaya ini adalah bentuk transformasi gaya retro pada zaman dahulu. Pada nuansa ini Anda sudah bisa menambah balutan teknologi yang canggih. Sementara untuk desain interiornya, penggunaan warna earthy tone adalah paling nyentrik pada gayanya.

Warna earthy tone ini adalah pewarnaan alami yang terwujud dari setiap material yang digunakan. Misalnya dengan penggunaan plafon gypsum jadul berwarna putih gelap, atau tembok dengan warna abu asli tanpa finishing. Padukan juga dengan  furnitur lain yang berwarna senada.

Desain Pop Art

 

Sudah banyak diaplikasikan pada beberapa cafe di Nusantara. Desain retro bergaya pop art ini banyak dipilih karena keunikannya. Dalam desain ini, memungkinkan Anda untuk lebih mengeksplor penggunaan warna dan bentuk. Anda bisa memadukan berbagai unsur warna apapun serta bentuk apapun pada desain interior cafe secara lebih berani.

Untuk mewujudkan bisa, bisa dengan pemilihan warna-warna dinding yang lebih terang dengan hasil paduan beberapa warna. Anda juga bisa menambahkan furnitur seperti kursi cafe dengan desain bentuk yang unik secara geometris bahkan abstrak. Tambahkan juga hiasan-hiasan dinding seperti lukisan yang indah nan artistik.

Desain Fifties

 

Untuk desain yang satu ini, Anda bisa mewujudkannya dengan penambahan beberapa material olahan industri. Desain interior retro yang satu ini sudah menyematkan pewarnaan yang lebih berani namun terbatas pada warna-warna yang lebih kalem dan natural. Beberapa warna yang biasa dipakai seperti coklat kayu dengan makna nuansanya yang lebih alami. Penggunaan warna putih, abu, dan warna natural lainnya pun bisa Anda pilih.

Tambahkan juga dengan penggunaan plafon, Anda bisa memilih bahan gypsum yang harga jual plafon gypsum murah serta terjangkau. Bisa juga dengan penyematan beberapa material fiber, plastik, melamin, semacam vinyl untuk lantai dan lainnya.

Desain Art Deco

 

Banyak juga dipilih oleh masyarakat, desain art deco menyimpan banyak keestikannya tersendiri. Hal itu bisa dilihat dari penampilannya yang sangat artsy. Meskipun estetik, namun desain ini lebih condong pada kesederhanaan dengan paduan material yang geometrik serta berbagai elemen garis yang lebih simpel. Kebanyakan furniturnya pun didominasi oleh bentuk-bentuk persegi panjang pada penggunaan meja atau kursi. Anda juga bisa menambahkan plafon gypsum bergaya sederhana.

Sementara untuk warna yang dipilih, biasanya adalah kayu solid tanpa tambahan pewarnaan. Banyak juga yang mengombinasikannya dengan material logam seperti kuningan atau besi. Untuk warna material logam pun dibiarkan sesuai warna aslinya. Sehingga untuk desain art deco akan terlihat perpaduan warna yang alami dan kalem dengan dominasi warna mint, kuning gading, beige, coklat, abu-abu atau krem.

Meskipun terbilang desain jadul atau tempo, namun retro selalu jadi primado gaya desain interior yang selalu dicari di era modern ini. Terlebih untuk cafe-cafe yang saat ini kebanyakan lebih menekankan pada keestetikan ruang sebagai spot foto yang instagrammable. Masyarakat pun lebih senang terhadap cafe yang memiliki interior unik nan menarik. Untuk itu, jika Anda ingin membuat sensasi cafe dengan desain super artsy, dekorasi gaya retro ini bisa dijadikan inspirasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *