5 Nilai Minus Menggunakan Kusen Bahan UPVC yang Harus Dikenali

UPVC adalah material ramah lingkungan yang saat ini sudah mulai banyak digunakan pada hampir seluruh rumah modern. Jika dibandingkan dengan bahan kayu atau aluminium, UPVC lebih awet. Penggunannya seringkali sebagai pintu dan juga kusen UPVC. Meskipun banyak kelebihan seperti murah, tahan lama, tidak mudah berjamur, dan mudah perawatannya, Anda juga harus mengenali apa saja kekurangan dari material ini.

Khususnya penggunaannya sebagai kusen rumah. Ketika digunakan sebagai kusen, UPVC akan bekerja menggabungkan pintu dan jendela pada dinding. Apabila tidak mengetahui kelemahan bahan tersebut akan sulit untuk langsung memperbaiki serta merawatnya. Nilai minus dari kusen berbahan UPVC juga akan menjadi pertimbangan besar apakah Anda tetap akan menggunakannya.

Macam-Macam Kekurangan Kusen dari UPVC

Nilai Minus Menggunakan Kusen Bahan UPVC

Apakah Anda sudah mengetahui apa saja kelemahan dari material UPVC? Jika belum, ketahuilah sebelum membeli. Ada beberapa kekurangan penggunaan material UPVC sebagai kusen. Berikut ini macam-macamnya nilai minusnya:

  • Mudah retak

Nilai Minus Menggunakan Kusen Bahan UPVC

UPVC bukanlah barang yang terbuat dari plastik, walaupun memiliki fleksibilitas yang tinggi tapi tetap saja akan mudah retak. Kusen akan mudah retak apabila terkena benda keras. Oleh karena itu proses pemasangannya harus dengan benar dan menggunakan jasa profesional. Hindari memasang kusen sendiri karena Anda tidak tahu bagaimana cara untuk memasangnya dengan benar. Salah-salah justru kusen akan cepat patah. Perhatikan juga proses perawatannya. Hindari memperbaiki apabila terjadi kerusakan sendiri apalagi memaksa dengan benda yang tumpul.

  • Mudah berubah warna

UPVC tidak memiliki lapisan coating yang tahan terhadap sinar UV. Oleh karena itu kusen UPVC yang terletak di bagian luar biasanya akan memiliki warna yang cepat pudar. Hal ini akan terlihat jelas pada kusen dari UPVC yang berwarna putih. Warna kusen akan berubah menjadi kekuningan dan tidak bisa diperbaiki lagi.

  • Mengalami perubahan bentuk

Sifat UPVC sama seperti kayu, yaitu akan mengalami perubahan bentuk ketika terkena perubahan cuaca. Bedanya adalah jika kayu akan menyusut di saat cuaca dingin dan memuai saat panas. Namun UPVC akan mengalami perubahan bentuk yaitu menyusut setelah sekian lama digunakan. Maka perlu perhitungan yang cukup matang dalam pemasangan kusen. Jika tidak akan mempengaruhi konstruksi bangunan nantinya.

  • Tidak memiliki banyak model

Varian model dari kusen ini tidak bervariasi. Anda tidak bisa memilih kusen dengan warna lain, hingga memiliki ukiran. Bentuk dari kusen hanyalah sebuah kerangka yang berwarna putih saja. Oleh karena itu cocok digunakan pada hunian minimalis atau modern. Anda mungkin cukup kesulitan jika ingin menerapkan gaya klasik. Ditambah lagi, kusen tidak dapat dipasangi teralis. Kekurangan ini tentunya menjadi pertimbangan banyak orang ketika tidak suka desain modern atau minimalis. Anda juga tidak dapat melapisinya dengan lapisan coating berwarna lain.

  • Harganya lebih mahal

Dibandingkan dengan kayu, aluminium atau PVC, kusen ini lebih mahal harganya. Anda harus menyediakan biaya lebih jika ingin menggunakan kusen dengan material ini. Tentu harga yang mahal menyesuaikan dengan kualitas, bahkan material ini tidak menghantarkan api. Berbeda dengan kusen lainnya yang sangat mudah terbakar.

Semua material yang digunakan untuk membuat kusen selalu memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Kini tinggal bagaimana Anda akan memilihnya. Jika ingin menggunakan kusen UPVC biaya material dan juga jasa pemasangan profesional harus diperhitungkan. Hindari menggunakan jasa sembarang tukang, karena kusen harus dijaga proses pemasangan agar bisa bertahan lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *